Sukses

Anemia Bisa Jadi Gejala Kanker Usus Besar, Kok Bisa?

Siapa sangka, anemia bisa juga menjadi gejala kanker usus besar! Bagaimana keduanya bisa berkaitan? Mari kita simak ulasannya di artikel ini.

Siapa sangka, anemia dapat menjadi peringatan dini penyakit kanker usus besar. Pada beberapa kasus, gejala yang satu ini sering terlewat mengingat banyak sekali kondisi sehari-hari yang dapat jadi penyebab anemia defisiensi zat besi. 

Sebut saja, kehamilan, menstruasi, melahirkan, dan juga menyusui. Pola diet rendah kandungan zat besi juga dapat memicu anemia. Gangguan kesehatan ini sebagian besar ditandai dengan lemas, lesu, kelelahan, pusing, dan sakit kepala. 

Bagaimana anemia bisa menjadi salah satu gejala kanker usus besar? Berikut penjelasannya.

1 dari 3 halaman

Anemia sebagai Gejala Kanker Usus Besar

Dijelaskan oleh dr. Reza Fahlevi, “Anemia bisa menjadi gejala dari berbagai penyakit. Salah satunya kanker, termasuk kanker usus besar.” 

Artikel Lainnya: Kanker Usus Besar Bisa Disebabkan Faktor Genetik, Ini Faktanya

“Mengapa demikian? Kanker usus besar dapat menyebabkan gangguan penyerapan makanan sehingga bisa terjadi anemia, termasuk gangguan penyerapan zat besi. Hal itulah yang menyebabkan seseorang akan mengalami anemia,” tutur dr. Reza.

Dia menambahkan, “Gejala awal anemia menjadi kanker usus besar adalah sakit perut, benjolan perut, dan BAB berdarah.”

Selain itu, dilansir dari VeryWell Health, pada kanker usus besar, perdarahan dianggap menjadi penyebab utama anemia. Hal tersebut disebabkan oleh tumor yang melepaskan bahan kimia tertentu.

Bahan kimia ini merangsang pembentukan pembuluh darah baru. Nah, ketika tumor tumbuh, pembuluh darah pecah sehingga kehilangan sejumlah sel darah merah. 

Pendarahan inilah yang pada akhirnya dapat menyebabkan tubuh kekurangan zat besi. Meskipun ada banyak persediaan zat besi di dalam darah, inflamasi di sekitarnya dapat membuat zat besi “terkurung” dalam sel-sel kekebalan.

Peradangan yang berlanjut dapat menyebabkan ketersediaan zat besi dalam tubuh semakin menipis. Pada akhirnya, kondisi ini juga bisa menyebabkan anemia defisiensi besi. 

Untuk memastikan diagnosis, dr. Reza menyarankan untuk melakukan berbagai tes untuk mengetahui apakah anemia yang dialami dipicu oleh kanker usus besar.

“Cara membedakannya bisa dilihat dari Hb, profil besi, dan pemeriksaan sel darah merah. Pemeriksaan untuk mendeteksi kanker usus bisa dengan USG, kolonoskopi dan biopsi, serta CT scan,” jelas dr. Reza. 

Artikel Lainnya: Awas, Banyak Makan Lidah Buaya Tingkatkan Risiko Kanker Usus Besar!

2 dari 3 halaman

Cek Dini Kanker Usus Besar

Namun demikian, tidak semua kondisi anemia adalah gejala kanker usus besar. Ada beberapa gejala kanker usus besar lain yang perlu Anda ketahui, yaitu:

  • berat badan yang turun secara tidak sengaja (saat tidak berdiet),
  • kehilangan nafsu makan,
  • perubahan kebiasaan buang air besar,
  • mual dan atau muntah,
  • warna feses merah terang ataupun ada darah di feses,
  • bentuk feses lebih tipis daripada biasanya, dan
  • merasakan ketidaknyamanan perut, seperti kembung, kram perut atau sering buang gas.

Jika anemia bersama gejala-gejala ini menetap lebih dari 2 minggu, diskusikan dengan dokter dan jalanilah tes yang dibutuhkan. 

Dokter juga akan mewawancarai Anda soal berapa lama dan seberapa sering gejala dialami. Hal ini untuk mengetahui penyebab masalahnya. 

Yuk, lebih waspada pada kondisi kesehatan Anda. Bila memang mengalami anemia, atasi dengan mengubah pola makan tinggi zat besi. Bila diperlukan, konsumsi suplemen zat besi sesuai petunjuk dokter.

Bila keluhan berlanjut, periksakan ke dokter. Jika dirasa memang mengarah kepada kanker usus besar, dokter dapat memberikan deteksi dan perawatan secara dini.

Cari tahu informasi lainnya mengenai kesehatan usus besar melalui aplikasi Klikdokter. Buruan download!

(HNS/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar